IPA/SAINS

PENGAMATAN EKOSISTEM

A. Latar Belakang

Alam sekitar yang kita tempatiini tersusun dari dua komponen yang saling mempengaruhi dan saling terkait. Kedua kmponen tersebut adalah kelompok yang terdiri dari mahluk hidup, yaitu hewan dan tumbuhan, yang disebut komponen biotik dan komponen yang terdiri dari mahluk tak hidup seperti tanah, air, udara, cahaya, garam-garam mineral, dan lain sebagainya yang disebut komonen abiotik.

Mahluk hidup (komponen biotik) sangat bergantung pada keberadaan komponen abiotik yang menjadi tempat hidupnya. Tanpa adanya komponen abiotik yang mendukung, mustahil ada kehidupan bagi mahluk hidup, khususnya di Bumi yang kita tempati ini.

B. Tujuan Pengamatan

Tujuan yang ingin kami capai dalam kegiatan pengamatan ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen biotik dan abiotik yang terlibat dalam interaksi antar komponen tersebut serta pola interaksinya yang berlangsung di tempat yang kami observasi.

C. Lokasi Pengamatan

Lokasi : Kebun singkong sekitar rumah

Alamat : Rt 11 Rw 04 Krenceng, Kejobong, Purbalingga

Waktu : Mingu ke- 3 bulan Mei 2008

D. Metode Pengamatan

Metode yang digunakan yaitu pengamatan langsung terhadap lokasi pengamatan dan studi pustaka.

E. Hasil Pengamatan

Dalam mencatat hasil pengamatan kami menggunakan instrument table sebagai berikut :

KOMPONEN MAHLUK HIDUP YANG DIJUMPAI

KETERANGAN

BIOTIK

ABIOTIK

Tanaman singkong Tanah Tanaman singkong tubuh dengan subur pada tanah yang banyak mengandung humus, yaitu tanah yang berwarana agak gelap serta pada daerah memperoleh cahaya yang cukup, yaitu tidak tertutup oleh vegetasi lain. Selain itu tanaman singkong tidak perlu diairi seperti tanaman padi di sawah.
Rumput Udara
Jangkrik Cahaya
Semut
Belalang
Rayap
Cacing
Ulat
Burung

ayam

Tabel Pola Interaksi

KOMPONEN MAHLUK HIDUP YANG DIJUMPAI

POLA INTERAKSI

BIOTIK

ABIOTIK

Tanaman singkong Tanah

Semakin subur tanah (warna tanah kegelapan) maka tanaman singkong semakin baik pertumbuhannya

Rumput

Sama seperti halnya tanaman singkong

Jangkrik

Jangkrik membuat rumahnya didalam tanah dengan cara melobangi tanah, pada siang hari jangkrik berada di dalam tanah untuk beristirahat dan menghindari panasnya siang hari, pada malam hari jangkrik keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan kawin.

Semut

Semut juga menggunakan tanah sebagai tempat tinggalnya.

Belalang

Secara langsung belalang tidak berinteraksi dengan tanah karena makanannya berupa daun/rumput yang berada di atas permukaan tanah, tetapi interaksinya berlangsung secara tidak langsung yaitu makanan yang ia butuhkan tumbuh dari tanah.

Rayap

Seperti halnya semut dan jangkrik, tanah digunakan rayap sebagai tempat tinggalnya.

Cacing

Di dalam tanah cacing membuat lubang-lubang yang menjadikan tanah menjadi gembur sehingga akar tanaman singkong dapat tumbuh dengan maksimal tanpa adanya tekanan dari kerasnya struktur tanah

Ulat

Tidak ada hubungan interaksi langsung

Tanaman singkong Udara

Tanaman singkong mengambil CO2 dari udara untuk fotosintetsis dan melepaskan O2 keudara.

Rumput

Sama seperti tanaman singkong

Jangkrik

Mengambil O2 dari udara

Semut

Mengambil O2 dari udara

Belalang

Mengambil O2 dari udara

Rayap

Mengambil O2 dari udara

Cacing

Mengambil O2 dari udara

Ulat

Mengambil O2 dari udara

Tanaman singkong Cahaya

Berfotosintesis membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari

Rumput

Berfotosintesis membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari

Jangkrik

Jangkrik aktif jika cahaya matahari tidak ada

Semut Cahaya

Tidak ada interaksi langsung

Belalang

Tidak diketahui

Rayap

Jika ada cahaya rayap masuk ke dalam saranganya.

Cacing

Cacing tidak menyukai adanya cahaya

Ulat

Tidak diketahui

Tanaman singkong Air Tumbuh subur pada musim hujan
Rumput Tumbuh subur pada musim hujan
Jangkrik

Semut

Belalang

Rayap

Cacing

Ulat

F. Penutup

Demikianlah hasil pengamatan kami sebagaimana tertulis pada tabel di- atas. Semoga dapat bermanfaat menambah sedikit pengetahuan bagi kita tentang pola interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik yang ada di sekitar kita.

Kami merasa laporan pengamatan ini jauh dari memadai, hal ini dikarenakan keterbatasan kami. Untuk itu kami mohon kritik dan masukannya yang membangun dari para pembaca agar di kemudian hari kami dapat melakukan kegiatan serupa dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: